Breaking News

Revolusi Milenial Membuka Warung Kopi

Bahkan Voltaire menulis karyanya di tempat itu. Ia juga pernah berdiskusi dengan Benjamin Franklin di tempat yang sama. Kira-kira begitulah sejarah singkatnya, dan Ide-ide yang beredar dalam diskusi di kedai-kedai kopi pada akhirnya terakumulasi dalam peristiwa Revolusi Prancis.

Menyandingkan tradisi diskusi warung kopi kaum milenial sekarang ini dengan sejarah revolusi prancis mungkin terkesan sangat dipaksakan dan sedikit arogansi, tapi bukan itu poinnya, yang ingin penulis sampaikan adalah modal membuka usaha Warung Kopi, kedai kopi ataupun warung kopi memiliki dimensi sosial, disana pengetahuan dan informasi penting beredar melalui proses dialogis.

Untuk itu kita berharap agar tradisi disksusi warung kopi kaum milenial juga bisa menemukan dimensi sosialnya, dan warung kopi tak sekedar rutinitas dan life style, tapi juga terlibat dalam banyak perubahan sosial politik di negeri ini, bisa memodifikasi tempramen generasi milenial untuk melakukan revolusi di negeri ini.

Term revolusi disini tentu tidak harus dibayangkan sebagai sesuatu yang berdarah-darah, akan tetapi perubahan yang sungguh-sungguh, yang bisa membidik akar-akar persoalan.

Dan sekali lagi, bukan soal merek handphonenya apa, gamenya apa, nongkrong dimana, dan menggunakan aplikasi apa, tapi apakah semua itu membuatmu menjadi tidak peduli


Bisnis minuman yang cukup menggiurkan dan sangat menguntungkan adalah kopi. Bisa dibilang bisnis minuman ini tergolong bisnis yang tiada matinya. Betapa tidak, saat ini, hampir semua orang, baik laki-laki juga perempuan menggemari minuman yang satu ini.

Kopi merupakan hidangan nikmat di saat santai maupun nongkrong. Karena itu, bisnis kedai atau warung kopi merupakan bisnis menguntungkan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain, bisnis warung kopi mulai menggurita.

Omzet yang dihasilkan pun tidak main-main, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulannya. Untuk jelasnya, Berikut adalah analisis perhitungan biaya dan keuntungannya yang dilansir dari buku Pengangguran Kaya Raya milik Wildan Fatoni terbitan 2016:

1. Modal Investasi Awal
a. Sewa tempat 1 tahun Rp10.000.000
b. Peralatan dan perlengkapan Rp7.000.000
c. Mesin pembuat kopi Rp1.500.000
d. Lain-lain Rp1.500.000
Total Rp20.000.000

2. Biaya Operasional Bulanan
a. Kopi dan bahan lainnya Rp3.000.000
b. Gaji 2 karyawan @ Rp750.000 = Rp1.500.000
c. Biaya listrik dan lain-lain Rp300.000
Total Rp4.800.000

3. Asumsi Pendapatan per Bulan
a. Pendapatan
= 80 gelas x Rp3.000 x 30 hari = Rp7.200.000
b. Keuntungan
= pendapatan - biaya operasional bulanan
= Rp7.200.000 - Rp4.800.000
= Rp2.400.000

Catatan
Analisis tersebut hanyalah contoh. Adapun di lapangan tentu tidak sama dengan yang tertera dalam contoh. Sebab, harga peralatan atau bahan di masing-masing daerah berbeda, ada yang tinggi, ada pula yang rendah.
☆☆☆☆☆

No comments