Breaking News

Sensasi Politik Di Dalam Keorganisasian Masyarakat Warung Kopi

Didalam warung kopi Politik adalah bagaimana seseorang membicarakan proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. 
Pengertian ini merupakan upaya masyarakat warung kopi dalam penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik dari masing-masing individu.

Politik merupakan sebuah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional dan politik di warung kopi bisa dibilang politik non konstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda diantara masyarakat warung kopi, yaitu antara lain:
  1. Politik adalah usaha yang ditempuh Masyarakat Warung Kopi untuk mewujudkan kebaikan bersama.
  2. Politik adalah hal yang berkaitan bagaimana sudut pandang masyarakat warung kopi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan negara.
  3. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk membahas dalam praktek mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan didalam lingkungan masyarakat warung kopi demi kepentingan politik
  4. Politik adalah segala sesuatu pembahasan masyarakat warung kopi tentang proses dinamika perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: 
  • Kekuasaan politik, 
  • Legitimasi, 
  • Sistem politik, 
  • Perilaku politik, 
  • Partisipasi politik, 
  • Proses politik, dan 
  • Juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik.
Ada beberapa konsep politik dasar yang bersumber dari para ahli politik di Warung Kopi, yaitu :

Politik Klasik Masyarakat Warung Kopi
Pada pandangan Politik Klasik Masyarakat Warung Kopi mengemukakan bahwa politik digunakan masyarakat untuk mencapai suatu kebaikan bersama yang dianggap memilik nilai moral yang lebih tinggi daripada kepentingan swasta.

Kepentingan umum sering diartikan sebagai tujuan-tujuan moral atau nilai-nilai ideal yang bersifat abstrak seperti keadilan, kebenaran dan kebahagiaan.

Pandangan klasik dianggap kabur seiring banyaknya penafsiran tentang kepentingan umum itu sendiri.

Kepentingan umum dapat diartikan pula sebagai general will, will of all atau kepentingan mayoritas.

Masyarakat Warung Kopi Dalam Kelembagaan
Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan didalam masyarakat warung kopi tersebut.

Max Weber melihat komunitas dari sudut pandang yuridis formal yang statis.

Komunitas dianggap memiliki hak memonopoli kekuasaan fisik yang utama.

Namun konsep ini hanya berlaku bagi komunitas modern yaitu komunitas yang sudah ada differensiasi dan spesialisasi peranan, komunitas yang memiliki batas wilayah yang pasti dan penduduknya tidak nomaden.

Kekuasaan Bagi Masyarakat Warung Kopi
Robson mengemukakan politik di warung kopi adalah kegiatan mencari dan mempertahankan kekuasaan ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan yang sudah ada di keorganisasian.

Kekuasaan sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik pikiran maupun perbuatan agar orang tersebut berfikir dan bertindak sesuai dengan orang yang  telah dan/ atau hendak mempengaruhi.

Kelemahan dari konsep ini adalah tidak dapat dibedakannya konsep  beraspek politik dan yang non politik dan juga kekuasaan hanya salah satu konsep dalam ilmu politik, masih ada konsep ideologi, legitimasi dan konflik.

Fungsionalisme Masyarakat Warung Kopi
David Easton berpendapat bahwa keorganisasian didalam warung kopi adalah alokasi nilai-nilai secara otoritatif berdasarkan kewenangan dan mengikat suatu kelompok.

Sedangkan pendapat menurut Harold Lasswell, keorganisasian tersebut merupakan:
  • Who gets, 
  • What gets,
  • When gets dan 
  • How gets nilai. 
Dapat diketahui bahwa keorganisasian sebagai perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum.

Kelemahan dari konsep ini adalah ditempatkannya pemerintah sebagai sarana dan wasit terhadap persaingan diantara pelbagai kekuatan politik untuk mendapatkan nilai-nilai terbanyak dari kebijakan umum tanpa memperhatikan kepentingan pemerintah itu sendiri.

Konflik Dalam Warung Kopi
Pandangan konflik mendeskripsikan bahwa politik merupakan kegiatan usaha untuk memengaruhi perumusan dan kebijaksanaan umum dalam rangka usaha untuk memengaruhi, mendapatkan dan mempertahankan nilai.

Oleh karena itu sering terjadi  perdebatan dan pertentangan antara pihak yang memperjuangkan dan pihak yang mempertahankan nilai.

Kelemahan konsep ini adalah tidak semua konflik berdimensi politik.
☆☆☆☆☆

No comments