Breaking News

Sejarah penyebaran Kopi dari Indonesia ke Amerika dan kepulauan sekitarnya

Kopi didatangkan ke wilayah Amerika dan kepulauan di sekitarnya lewat dua pintu. Di mulai pada tahun 1706 ketika Belanda membawa tanaman kopi dari Jawa ke kebun raya di Amsterdam. Dari Amsterdam tanaman kopi di bawa ke Suriname. Sebagian lain diberikan sebagai hadiah kepada Raja Louis XIV di Paris.

Pada tahun 1720 tanaman kopi dari Paris dibawa untuk ditanam di koloni Perancis di Kepulauan Karibia. Kisah perjalanan tanaman kopi sangat populer. Diceritakan sebuah pohon kopi yang di bawa dengan kapal Perancis bisa tetap hidup karena disirami dengan air minum milik petugas pembawanya. Semua tanaman kopi yang berasal dari sumber di Amsterdam ini dikenal dengan Kultivar Typica.

Jalan lain tanaman kopi masuk ke Amerika lewat Pulau Bourbon, sekarang La Reunion. Tanaman berasal dari biji yang diberikan oleh utusan Sultan Yaman kepada Raja Louis XIV pada tahun 1715. Perancis menerima 60 butir benih kopi di Bourbon. Kemudian benih ini menyebar ke daerah jajahan Perancis di Amerika dan daerah lainnya. Tanaman kopi ini dikenal dengan kultivar Bourbon.

Kedua Kultivar Caffe Arabica, yakni Typica & Bourbon dipercaya menjadi sumber tanaman kopi yang saat ini dikembangkan di berbagai perkebunan.
---------------------------------------------------------------------------------
Sejarah Kopi Di Indonesia
Sejarah kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Jawa. Mereka membudidayakan tanaman kopi tersebut di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun upaya ini gagal kerena tanaman tersebut rusak oleh gempa bumi dan banjir. 
Upaya kedua dilakukan pada tahun 1699 dengan mendatangkan Stek pohon kopi dari Malabar. Pada tahun 1706 sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman di Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam. Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Selanjutnya tanaman kopi ini dijadikan bibit bagi seluruh perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. 
Belanda pun memperluas areal budidaya kopi ke Sumatra, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.
---------------------------------------------------------------------------------
Pada tahun 1878 terjadi tragedi yang memilukan. 
---------------------------------------------------------------------------------
Hampir seluruh perkebunan kopi yang ada di Indonesia terutama di dataran rendah rusak terserang penyakit karat daun atau Hemileia Vastatrix (HV). Semua tanaman kopi yang ada di Indonesia merupakan jenis Arabika (Coffee Arabica) dan untuk menanggulanginya, Belanda mendatangkan Spesialis Kopi Liberika (Ciffee Liberica) yang diperkirakan lebih tahan terhadap penyakit karat daun. 
Sampai beberapa tahun lamanya, kopi liberika menggantikan kopi arabika di perkebunan dataran rendah. Di pasar Eropa Kopi Liberika saat itu dihargai sama dengan arabika. Namun rupanya tanaman Kopi Liberika juga mengalami hal yang sama, rusak terserang karat daun. Kemudian pada tahun 1907 Belanda mendatangkan spesies lain yakni Kopi Robusta (Coffee Canephora). Usaha kali ini berhasil, hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi robusta yang ada di dataran rendah bisa bertahan. 
Pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi Belanda yang ada di Indonesia di nasionalisasi. Sejak itu Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.
---------------------------------------------------------------------------------