Breaking News

Filosofi Kopi

Bagi para penikmat kopi pasti akan merasa kurang lengkap jika dalam sehari saja tidak menikmati secangkir kopi. 

--------------------------------------------------------------------------------
"Ada Sesuatu Yang Kurang Jika Tidak Mengawali Hari Dengan Segelas Kopi"
--------------------------------------------------------------------------------
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Bagi kalian yang HOKO (Hobk Kopi), berikut ini ada beberapa kata-kata bijak tentang kopi yang bisa dijadikan sebagai penyemangat dalam menjalani kehidupan yang tidak selalu manis namun juga ada rasa pahitnya seperti secangkir kopi yang pahit namun tetap nikmat jika kita tahu caranya.
--------------------------------------------------------------------------------
BERFILOSOFI HIDUP DARI SEBUAH KOPI
--------------------------------------------------------------------------------
Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. karna dihadapan kopi kita semua sama.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Hangat, pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yang saling meramaikan.
--------------------------------------------------------------------------------
Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji dari bibir yang terlihat manis
Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti rasa penasaran yang terlalu cepat selesai.
Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yang tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan.
Jangan terburu-buru dalam menjalani sesuatu nikmati saja apa yang ada, seperti halnya meminum kopi.
--------------------------------------------------------------------------------
Aku ingin menjadi biji kopi, 
yang hancur lalu di seduh air mata untuk kau nikmati bersama pasanganmu,
terdengar lirih bisikanmu di antara bayangmu seperti segelas kopi hangat 
yang sedang ku aduk pagi ini.
--------------------------------------------------------------------------------
Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti dakocan yang baru keluar dari segentong parfum.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Manis, harum, hangat. Seperti tidak sengaja melamunkanmu di tengah perjalanan.
Percaya atau tidak itu terserah anda!! Bagi kami secangkir kopi dapat membuat hidup lebih menyenangkan.
--------------------------------------------------------------------------------
Pada sendok yang beradu di dinding gelas, tersaji kopi untuk hadirmu yang kian menjauh.. ‪#‎Lanjut Ngopi.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling bosan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Hitam, pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yang tidak tega untuk disampaikan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Semakin pahit diteguk. Seperti kangen yang semakin tidak tuntas, semakin menyebalkan.
--------------------------------------------------------------------------------
‪‎Cuma Segelas Kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan.
--------------------------------------------------------------------------------
‪Cuma Segelas Kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan si peminumnya.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Pahit-manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua orang yang saling berpisah jalan.
--------------------------------------------------------------------------------
Denganmu, patah hati adalah sarapan ku setiap pagi sambil ditemani kopi yang kuseduh dengan air mata ku sendiri.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. 
Pahit. 
Seperti dua orang yang terlambat dipertemukan, 
lalu sama-sama saling melewatkan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. 
Terlalu manis. 
Seperti dua orang yang sedang melakukan pendekatan, dengan penuh kepalsuan.
--------------------------------------------------------------------------------
Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya sama seperti kopi banyak yang menyukainya walau pahit.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama hari ini. Manis, membekas, bikin deg-degan. Seperti dua orang yang saling menemukan, satu sama lain.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Perlahan terasa manis. Seperti rindu yang muncul tanpa dipaksa, semakin hari semakin pekat.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Harum, hitam. Seperti aromamu, di pertemuan kita yang tak sengaja, pada malam yang tak biasa.
--------------------------------------------------------------------------------
inilah pagi.. dimana langit tertutup awan putih pekat seperti kopi yang di aduk kemudian mendingin dengan sendirinya.
--------------------------------------------------------------------------------
Di secangkir kopi ku malam ini, ada namamu, dan kemudian aku tersenyum, bukan cuma di kopi, dihatiku pun kamu selalu ada.
--------------------------------------------------------------------------------
Ketahuilah orang yang tidak suka dengan kopi perlu di pertanyakan kewarganegaraannya atau bisa juga kemanusiaannya.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Dingin. Seperti ditinggalkan orang yang tepat, karena sibuk mencoba yang lain di saat bersamaan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Pahit, manis, hangat. Seperti dua orang yang bertemu di saat yang salah, lalu saling melewatkan.
--------------------------------------------------------------------------------
Lupakan aku, katamu. Bagaimana bisa? Sedang pahit kopimu yang kautinggalkan di kelu bibirku: merasuk ke dasar jiwaku.
--------------------------------------------------------------------------------
Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Manis, hangat, pekat. Seperti dua orang yang garis hidupnya bersinggungan, oleh sebuah kebetulan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama hari ini. Gelap, hangat, tidak ingin habis. Seperti hening yang kita bagi, tiap perjalanan pulang ke rumahmu.

Kelak kita akan menikmati secangkir kopi, di kedai yang sama, di meja yang sama. namun dengan rasa dan aroma yang berbeda.
--------------------------------------------------------------------------------
Rasa terlintas ketika halusinasi tak pernah lepas. Nikmat yang tiada terbatas saat bibir menyentuh segelas kopi yang manis.
--------------------------------------------------------------------------------
Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu.
--------------------------------------------------------------------------------
Menyeduh kopi dengan air mata yang cukup panas, menghasilkan kepulan masa lalu dari manisnya kenangan, pahitnya ditinggalkan.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopiku tak pernah butuh gula. Ia hanya butuh manisnya janji masa lalumu. Sekarang? Hanya ampas yang tersisa. Pahit dan sakit.
Kopi pertama pagi ini. Manis, seperti pertemuan setelah penantian panjang. Pahit, seperti perpisahan yang terlalu terburu-buru.
--------------------------------------------------------------------------------
Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang selalu ada di hati, selalu mengisi hari-hari.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama pagi ini. Sehitam pupil mata dua orang yang tidak sengaja beradu. Semanis senyum yang menyusul sesudahnya, tanpa aba-aba.
Malam makin menampakkan gelapnya. Bintang selalu menemaninya. Imajinasi liarku makin menjadi, karena secangkir kopi telah tersaji.
--------------------------------------------------------------------------------
Kopi pertama di bulan Maret. Pahit, seperti ketakutan-ketakutan yang menyertai hubungan yang baru. Manis, seperti melaluinya tanpa ragu.
--------------------------------------------------------------------------------