PT. WARUNG KOPI PAHIT, Tbk.

Thursday, June 1, 2017

Konsep Membuat Coffee Shop/ Kedai Kopi Yang Baik

Usaha ini dilatar belakangi oleh semakin berkembangnya perekonomian di suatu daerah. Hal itu dapat dilihat dengan perkembangan pusat bisnis dan perkantoran. Hal itu membuat peluang bisnis Kedai Kopi terbuka lebar seiring dengan taraf hidup masyarakat. 

Berkembangnya gaya hidup dan kebiasaan orang untuk ngobrol-ngobrol dan berkumpul sambil minum kopi mendorong terciptanya usaha ini. Banyaknya pekerja dan anak muda tentunya membutuhkan ruang untuk bisa berkumpul dan berinteraksi, dan jawabannya adalah dengan dibangunnya usaha Kedai Kopi. 

Selain itu, melihat belum ada tempat khusus yang menyediakan kopi sebagai produk utamanya. Kebanyakan kedai saat ini sudah ada hanya menyediakan makanan dan minuman yang standar yang hampir sama di setiap kedai. 

Konsep usaha ini untuk merangkul semua kalangan mulai dari orang tua, pekerja, mahasiswa dan yang lainnya bisa berkumpul mengobrol-ngobrol. Dengan menyediakan banyak varian rasa dan jenis kopi membuat usaha ini sangat strategis ditambah dengan suguhan makanan tradisional dengan tempat yang nyaman dengan tambahan konsep tradisional di tempatnya.

Berdasarkan uraian diatas, maka ruang lingkup permasalahan yang perlu di bahas dalam hal ini yaitu mengenai gambaran umum tentang kondisi usaha baik potensi maupun bidang usaha itu sendiri.

Melimpahnya potensi kopi di berbagai penjuru nusantara, ternyata cukup memudahkan para pelaku usaha untuk bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kopi bagi perkembangan bisnis yang sedang mereka rintis. Tercatat sebagai salah satu negara penghasil kopi di kelas dunia, tentunya para pelaku usaha bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia tanpa harus mengimpor bahan baku kopi dari pasar luar negeri. 

Selain itu, kopi merupakan salah satu minuman favorit bagi seluruh kalangan masyarakat. Tidak hanya kaum pria saja yang menyukai minuman kopi sebagai teman bergadang. Berbekal kreativitas para pelaku usaha dalam mengombinasikan menu varian kopi, sekarang ini anak muda, kaum wanita, bahkan orang tua, juga menyukai aneka minuman kopi yang pilihannya semakin beragam. Kondisi ini menjadikan prospek bisnis minuman kopi masih cukup bagus, karena peluang pasar yang bisa Anda bidik sangatlah luas, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan hadirnya Cafe kopi modern yang membawa brand ternama dari luar negeri. 

Saat ini kebiasaan “Ngopi” atau ramai-ramai menikmati secangkir kopi bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan semata, namun juga mulai menjadi gaya hidup tersendiri bagi sebagian besar masyarakat di penjuru nusantara. Tidak heran bila fenomena tersebut kini juga dimanfaatkan banyak orang untuk mendatangkan untung besar dengan membuka usaha kedai kopi. 

Mengisi waktu luang sembari menikmati secangkir kopi bersama keluarga atau teman memang sangat menyenangkan. Siapa sangka, kebiasaan ini ternyata juga mampu melahirkan peluang bisnis yang menarik dengan keuntungan mengesankan. Melihat besarnya Animo masyarakat terhadap aneka jenis minuman kopi, bisnis kedai kopi tak pernah sepi pelanggan, meski berada di tengah gempuran coffeshop yang belakangan ini mulai bermunculan. Tentu ini sebuah peluang bagus bagi para pemula yang ingin terjun di dunia usaha.

Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar dunia setelah Brazil, Vietnam dan Colombia. Dari total produksi, sekitar 67% kopinya diekspor sedangkan sisanya 33% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Tingkat konsumsi kopi dalam negeri berdasarkan hasil survei LPEM UI tahun 1988 adalah sebesar 500 gram/ kapita/ tahun. 

Dewasa ini kalangan pengusaha kopi memperkirakan tingkat konsumsi kopi di Indonesia telah mencapai 800 gram/ kapita/ tahun. Dengan demikian dalam kurun waktu 20 tahun peningkatan konsumsi kopi telah mencapai 300 gram/ kapita/ tahun.

Strata Industri kopi dalam negeri sangat beragam, dimulai dari unit usaha berskala home industry hingga industri kopi berskala multinasional. Produk-produk yang dihasilkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kopi dalam negeri, namun juga untuk mengisi pasar di luar negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kopi di dalam negeri merupakan pasar yang menarik bagi kalangan pengusaha yang masih memberikan prospek dan peluang sekaligus menunjukkan adanya kondisi yang kondusif dalam berinvestasi dibidang industri kopi.

Selain Coffezone yang menawarkan konsep waralaba, terdapat juga warung kopi lainnya yang berekspansi secara terpusat. Mulai dari merek internasional seperti Starbucks dan Coffee Bean, hingga merek lokal seperti Excelso dan Ngopi Doeloe menjamur di berbagai wilayah di Indonesia.

Pada tahun 2012, permintaan kopi dalam negeri Indonesia telah mencapai lebih dari 250 ribu ton. Segmen bisnis kedai kopi pun selalu tumbuh lebih dari 10% dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menandakan bahwa bisnis kedai kopi memiliki potensi untuk dimasuki oleh para pelaku usaha. Meskipun begitu, masih terdapat kritik dan kekhawatiran terhadap bisnis kedai kopi.

Pengamat bisnis franchise internasional, Evi Diah Puspitawati, menilai bahwa para pengusaha masih harus waspada terhadap pertumbuhan bisnis kedai kopi. Ia khawatir bahwa pertumbuhan kedai kopi saat ini lebih sekedar trend dimana nongkrong di kedai kopi menjadi trend dan khawatir trend tersebut akan berakhir dalam waktu dekat.

Berdasarkan uraian diatas, maka maksud dan tujuan yang akan di capai dalam hal ini yaitu mengenai bagaimana Kedai Kopi mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan.