Breaking News

Sunday, August 5, 2012

614F02B930A5D4256053BA48E39C994D

1. Motivasi Bitter Coffee Park
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
"Tentang Kesuksesan Sejati Dalam Tujuan Hidup Sejati"
Sukses merupakan dambaan setiap orang dan tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalam hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup, sahabat bitter harus terlebih dahulu harus mempunyai tujuan hidup (goal setting).

Tidak adanya tujuan hidup dalam diri sahabat bitter akan menyebabkan hidup sahabat bitter menjadi pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada sahabat bitter dan biasanya hidup akan menjadi sangat membosankan sekaligus tidak menggairahkan dan hal ini akan menjadi rumit dalam kehidupan sahabat bitter.

Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti.

Mereka hanya menjadi penonton dari suatu kehidupan dan mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri untuk menjadi sukses.

Inilah yang disebut hidup tanpa misi alias hidup tanpa tujuan, oleh karena itu sahabat bitter harus mempunyai misi hidup didunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan.
Kesuksesan sejati adalah bagaimana kita meraihnya dan yang menjadi tolak ukur kesuksesan adalah persentasi dari standar yang sahabat bitter buat sendiri dalam menjalani hidup sejati yang telah menjadi targer hidup sejati sahabat bitter dalam Visi dan Misi Kehidupan itu sendiri.

Berikut ini adalah Standar Hidup Sejati Dalam Menggapai Kesuksesan Sejati dari Para Tokoh Dunia:
Kebahagiaan
Terlalu banyak orang mengukur kesuksesan dari berapa banyak penghasilan mereka atau siapa yang menjadi teman mereka. Menurut saya, kesuksesan sejati harus diukur dari seberapa bahagia hidupmu.
demikian diungkapkan oleh Sir Richard Branson dalam tulisannya di tahun 2016.

Sebagai founder Virgin Group, Sir Branson sudah akrab mengurus harta miliaran dolar, tapi bukan itu yang membuatnya bahagia. Visi bisnis Sir Branson adalah membuat para konsumen bahagia dan memberi perubahan positif bagi orang banyak. Dengan fokus pada dua hal ini, uang pun datang dengan sendirinya.

Ia menambahkan,
Kebahagiaan bukan hanya ukuran, tapi juga kunci kesuksesan saya.
Bahagialah, maka kamu akan sukses. Bagi Sir Branson, definisi sukses terletak pada keluarga.
Keluarga saya adalah pencapaian terbesar saya. Saat mereka bahagia, saya pun bahagia, dan itu membuat saya merasa sangat sukses.
Semangat Untuk Terus Bekerja Keras
Hidup itu mirip seperti liga olahraga. Terkadang kamu menang, terkadang orang lain yang menang. Ada kalanya kamu menjadi juara, di lain waktu kamu harus rela mengelus dada. Definisi sukses bagi seorang atlet atau pelatih olahraga bukanlah mereka yang meraih trofi satu kali, tapi mereka yang bisa terus berjuang dan bekerja keras, meski sedang terpuruk di bawah.

Bekerja keras saat kamu menang itu mudah. Tapi ketika semangatmu tidak padam di hadapan kekalahan, itulah mental juara yang sesungguhnya. Kunci mental seperti ini ada pada satu hal yang mudah diucapkan namun sulit sekali diterapkan, yaitu disiplin.

Sir Alex Ferguson menulis dalam bukunya yang berjudul Leading sebagai berikut:
Pengalaman kalah, atau lebih tepatnya cara menghadapi kekalahan itu, adalah unsur esensial yang membentuk seorang pemenang.
Kemampuan memimpin dan memotivasi Sir Ferguson yang hebat telah mengantar klub Manchester United menjadi raksasa di Inggris dengan tiga belas trofi Premier League dan segudang prestasi lainnya.
Hubungan Baik Dengan Sesama
Bayangkan dirimu telah berada di usia senja. Kamu memiliki rumah megah, mobil mewah, serta kekayaan yang tak habis dimakan tujuh turunan. Tapi ketika kamu berulang tahun, tidak ada keluarga yang mengucapkan selamat. Ketika kamu sakit, tidak ada kerabat yang menjenguk. Dan ketika kamu meninggal, tak ada orang yang bersedih.

Apakah kamu bisa berkata bahwa dirimu sukses? 
Mungkin tidak. Harta tidak ada artinya bila kamu tidak dikelilingi oleh orang yang mencintaimu. Inilah arti sukses yang dilontarkan oleh miliarder legendaris yang kini sudah berusia lanjut, yaitu Warren Buffett.

Dalam biografinya, Buffett berkata,
Pada dasarnya, ketika sudah berusia setua saya, Anda akan mengukur kesuksesan dari berapa banyak orang yang Anda inginkan untuk mencintai Anda, yang benar-benar mencintai Anda.

Rasa cinta tidak bisa dibeli atau dipaksakan. Satu-satunya cara untuk dicintai adalah dengan memberikan cinta pula sebanyak-banyaknya. Ketika cinta itu berbalas, saat itulah kamu merasakan sukses yang sesungguhnya.
Bermanfaat Bagi Orang Lain
Kita hidup di lingkungan startup atau bisnis yang selalu mengajak para penghuninya untuk mendongak ke atas. Kita melihat mimpi-mimpi dan visi hebat, berkutat dengan angka-angka besar baik itu uang atau jumlah pengguna dan dikelilingi oleh gaya hidup yang aktif serta, terkadang, glamor. Lingkungan seperti ini terkadang bisa membuat kita lupa, bahwa sesungguhnya, orang-orang seperti kita adalah minoritas.

Mayoritas kelas pekerja yang hidup di dunia ini adalah orang yang biasa-biasa saja. Mereka tidak punya impian muluk, tapi sudah bangga asalkan bisa menyejahterakan keluarga. Hidup mereka diisi dengan rutinitas, berkutat dengan berbagai kesulitan rumah tangga, dan mungkin memikul beban utang akibat biaya pendidikan, cicilan rumah, atau kesehatan.

Ketika Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat, orang-orang inilah yang ingin ia layani.

Kekuasaan bukan arti sukses bagi pria kelahiran Hawaii itu, tapi kendaraan yang bisa ia gunakan untuk menolong orang banyak. Semasa kepemimpinannya, Barack Obama identik dengan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat kelas menengah, seperti penurunan pajak, peningkatan layanan kesehatan, dan kesetaraan hak bagi perempuan.
Dan dia (Barack Obama) percaya bahwa bila kamu sudah bekerja keras, berhasil, dan telah melewati sebuah pintu kesempatan, yang kamu lakukan kemudian bukan menutup pintu tersebut. Yang kamu lakukan adalah mengulurkan tangan ke belakang, dan memberi kesempatan bagi orang lain untuk meraih kesempatan yang sama.
demikian cerita sang istri, Michelle Obama.
Sukses Adalah Perjalanan, Bukan Tujuan
Definisi sukses setiap orang bisa berbeda-beda, tapi satu hal yang pasti, selama kita masih bernapas, kita selalu berada dalam kondisi yang berubah-ubah. Karena itu arti sukses bukan sebuah tujuan yang mengakhiri perjalanan kita, tapi justru merupakan wujud dari perjalanan itu sendiri.

Penyair terkenal Maya Angelou merangkum definisi sukses dalam sebuah kalimat yang berbunyi,
Sukses adalah menyukai dirimu, menyukai apa yang kamu kerjakan, dan menyukai bagaimana kamu mengerjakannya.
☆☆☆☆☆
Langkah Strategis Mencapai Sukses 
Dalam Hidup Sahabat Bitter
Banyak cara untuk sukses. Ada beberapa langkah strategis mencapai sukses. Semua orang ingin sukses, baik dalam urusan pribadi, keluarga ataupun kelompok seperti pekerjaan, pendidikan, karir dan profesi.  Bahkan sukses dalam lingkup sosial, budaya, urusan dan orang tua juga jadi perhatian.

Sukses mempunyai definisi tersendiri bagi Sahabat Bitter dan orang lain.  Namun dapat dimengerti bahwa sukses merupakan pencapaian individual yang berdampak kepada orang lain disekitar Sahabat Bitter.

Sukses adalah hasil dari sebuah proses pengembangan diri yang berkesinambungan berkelanjutan.

Sukses tidak mentok pada pencapaian materi, jabatan atau kekayaan.

Misalkan sebagai kepala keluarga tentu Sahabat Bitter ingin sukses memberikan pendidikan dan kehidupan terbaik kepada anak-anak dan pasangan hidup.  Sebagai seorang Pemimpin Perusahaan tentu Sahabat Bitter ingin sukses membuat organisasi akan bertumbuh dan berkembang dalam jangka panjang dan masih banyak contoh lainnya. Definisi sukses akan berbeda bagi masing-masing orang, sesuai profesinya.

Berikut langkah strategis mencapai sukses dalam hidup Sahabat Bitter:
1. Tetapkan Tujuan Sahabat Bitter (Set Goals)
Ketika tahu kemana tujuan Sahabat Bitter, maka langkah hidup yang dijalani akan lebih menyenangkan dan membahagiakan daripada sekedar mengalir begitu saja. 

Sahabat Bitter tidak harus menunggu sesuatu diluar sana untuk membahagiakan Sahabat Bitter di masa depan. 

Karena begitu Sahabat Bitter memutuskan sesuatu tindakan maka alam raya akan segera menjadikannya.

Tujuan dibuat agar Sahabat Bitter dapat FOKUS pada proses yang harus dijalani.  

Jika Sahabat Bitter tidak memiliki arah tujuan yang jelas, maka jalan pencapaiannya akan sangat beragam.  

Usaha keras Sahabat Bitter akan dapat sia-sia jika arah tujuan masih abu-abu.

Langkah strategis mencapai sukses dimulai dengan langkah pertama, yaitu tetapkan tujuan apa yang akan diraih. 

Selanjutnya pastikan masa waktu berapa lama dan proses apa yang siap dijalani.

2. Jangan Takut Gagal (Don’t Fear Failure)
Setelah tujuan tersetting dengan jelas, selanjutnya Sahabat Bitter perlu paham bahwa kegagalan adalah bagian dari sebuah proses.

Yakni proses pembelajaran yang berujung pada keberhasilan dan sukses sejati.

Sahabat Bitter mungkin diajarkan bahwa gagal adalah pembelajaran buruk dalam hidup, namun ternyata dengan banyak menghadapi kegagalan Sahabat Bitter akan belajar untuk sukses.

Tidak akan pernah ada sepanjang hidup Sahabat Bitter akan selalu benar, atau setiap waktu Sahabat Bitter akan berhadapan dengan gagal.

Setiap keberhasilan akan melalui beberapa kegagalan.

Setiap usaha akan melalui banyak rintangan dan aral melintang.

Bukankah itu seni dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya?

Gagal adalah proses introspeksi bagi Sahabat Bitter dalam belajar.

Cari tahu masalahnya dan temukan solusinya.

Sahabat Bitter pasti senang dengan hasil yang diperoleh dengan usaha dan semangat juangkan?

3. Berani Menghadapi Resiko (Take Risks)
Hidup akan lebih menyenangkan dan menarik pada saat Sahabat Bitter berani mengambil risiko.

Risiko bukan harus dihindari namun dihadapi, karena inilah proses pembekalan Sahabat Bitter menjadi orang yang berpengalaman.

Pada akhirnya Sahabat Bitter akan tahu kebenaran “No Pain No Gain”.

Risiko dapat dikalkulasi dengan baik, meski tidak ada jaminan akan tepat dan akurat.

Setiap peluang akan datang dari mana saja, namun tidak akan berada pada suatu waktu yang panjang.

Ini mendorong Sahabat Bitter perlu berani mengambil keputusan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Sebuah kehidupan yang sukses tidak memiliki penyesalan karena tidak mengambil cukup risiko.

4. Terus Belajar (Keep Learning)
Makin banyak Sahabat Bitter tahu, makin banyak Sahabat Bitter tidak tahu.

Inilah konsep dasar dari belajar tiada henti.

Apakah Sahabat Bitter merasa bahwa Sahabat Bitter sudah tahu segalanya?

Sahabat Bitter perlu mencari teman baru setiap saat, agar semakin luas wawasan dan pengetahuan Sahabat Bitter.

Pengetahuan selalu berdampak pada kehidupan setiap pagi, siang dan sore.

Ini menjadi alasan bagi Sahabat Bitter agar selalu bertumbuh dan berkembang.

5. Tidak Berpuas Diri (Don’t Settle)
Jika Sahabat Bitter belum menemukannya maka teruslah mencari, jangan pernah berhenti.

Beberapa kejadian dapat berlangsung dalam waktu yang sama, namun lainnya memerlukan waktu, tenaga dan pikiran yang tidak sedikit.

Apapun yang ada didepan Sahabat Bitter harus dihadapi dan dilalui, jangan pernah berpikir menyerah dan berbalik arah.

Jika sebelumnya Sahabat Bitter gagal, dan sudah mengambil hikmah dari proses belajar tersebut.

Maka selanjutnya jika Sahabat Bitter sudah berhasil dengan sebuah hasil, maka jangan pernah berhenti karena berpuas diri.

Masih banyak potensi dan peluang yang belum Sahabat Bitter dapatkan.

6. Jalani Hidup Seimbang (Life Balanced)
Kehidupan selalu berbicara tentang keseimbangan, antara baik dan buruk, tinggi dan rendah.

Dalam kehidupan Sahabat Bitter akan menjalani perbedaan secara pasti, antara keluarga, pribadi, teman dan rekan kerja, komunitas, pasar dan lainnya.

Sahabat Bitter tidak mungkin memenuhi semua keinginan yang ada, namun Sahabat Bitter dapat meraih keseimbangan.

Lakukan pekerjaan Sahabat Bitter dengan sebaik mungkin, dapatkan penghasilan yang baik dari pekerjaan jujur Sahabat Bitter.

Keseimbangan dapat meliputi badan dan pikiran, mental dan spiritual, pribadi dan keluarga.

7. Carilah Mentor (Seek a Mentor)
Benjamin Franklin berkata,
Beritahu aku maka aku lupa, ajari aku maka aku ingat, libatkan aku maka aku belajar.
Cara terbaik meraih sukses adalah dengan belajar kepada mereka yang telah melalui jalan tersebut, sehingga Sahabat Bitter akan meminimalisir kejadian-kejadian yang berpotensi gagal.

Tidak terlalu sulit jika Sahabat Bitter mau belajar kepada orang yang pernah melakukannya.

Cukup Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM).

Cara ini sederhana namun efektif.

Mentor akan mempermudah Sahabat Bitter melakukan yang terbaik dan efektif mencapai sukses.

Sahabat Bitter perlu luangkan waktu untuk berterima kasih kepada mentor terdahulu yakni orang tua, guru sekolah dan lainnya yang menginspirasi Sahabat Bitter untuk sukses.

Mereka adalah mentor alami yang mengajarkan semangat juang dan kegigihan.

Sedangkan mentor yang khusus Sahabat Bitter perlukan adalah yang sesuai dengan profesi Sahabat Bitter.

Jika ingin menjadi pengusaha, maka belajarlah kepada usahawan yang sudah berhasil.

Jika ingin menjadi karyawan yang handal, maka cobalah berguru pada orang-orang hebat di perusahaannya.

8. Diam dan Perhatikan (Listen)
Banyak orang hanya menunggu waktu berbicara ketiak dia diam, padahal dengan banyak mendengar Sahabat Bitter akan menemukan banyak ide dan pikiran.

Sahabat Bitter dengan lebih mendengar akan lebih mengerti apa yang dibicarakan dan terlibat dalam sebuah percakapan.

Ingatlah, bahwa keterlibatan akan membuat Sahabat Bitter akan belajar.

Mendengarkan memberi Sahabat Bitter kesempatan untuk menyuguhkan nasihat, solusi dan curahan.

Diam dan Perhatian memberi kesempatan pada pikiran Sahabat Bitter mengkreasikan sebuah ide dan solusi.

Ini adalah langkah strategis mencapai sukses Sahabat Bitter.

9. Jaringan (Networking)
Mau tidak mau, hubungan relasi dengan orang lain adalah langkah strategis mencapai sukses.

Sukses Sahabat Bitter tidak mungkin diraih sendirian.

Apakah Sahabat Bitter pernah sukses dengan menjual sendiri produk Sahabat Bitter?

Mungkin iya, namun akan lebih booming jika Sahabat Bitter melibatkan orang lain, atau network.

Dalam membangun sebuah kesuksesan, tentu Sahabat Bitter tidak akan lepas dari orang lain.

Mereka yang menjadi rekanan, bawahan dan atasan Sahabat Bitter akan sangat berperan dalam pengembangan diri dan pengembangan karir profesional Sahabat Bitter.

Orang akan lupa apa yang Sahabat Bitter katakan, apa yang Sahabat Bitter lakukan, namun tidak akan pernah lupa bagaimana Sahabat Bitter memberikan perasaan kepada mereka.

Sahabat Bitter memerlukan orang lain untuk bersandar mencapai sukses.

10. Bawa Catatan (Notebook)
Jangan pernah malas mencatat. Ingatlah bahwa kapasitas mengingat otak manusia sangat terbatas.

Meski kapasitas pikiran Sahabat Bitter tentu sangat besar.

Namun perlu dimengerti bahwa kemampuan Sahabat Bitter dalam mempertahankan memori tidak lebih baik daripada sebuah catatan.

Memori otak Sahabat Bitter cuma mampu bertahan untuk tiga menit, dan jika Sahabat Bitter tidak ingin kehilangan banyak ide, bawalah catatan dan selalu membawanya kemanapun.

Langkah sederhana ini sangat berguna dalam merajut kesuksesan Sahabat Bitter.
☆☆☆☆☆
Rahasia Kesuksesan Sejati
Kita mesti selektif, efektif, dan kreatif.
Ada pepatah:
Kegagalan Adalah Kesuksesan Yang Tertunda
Namun, menjadi pertanyaan bagi saya,
Mengapa orang-orang tertentu bisa meraih sukses dalam hidupnya, sedangkan yang lain gagal?
Apa karena mereka mempunyai lebih banyak waktu dibandingkan yang lain?

Bukankah setiap orang memiliki 24 jam setiap hari?

Mengapa ada segelintir orang, dibandingkan dengan seluruh populasi manusia di bumi ini, yang mampu menciptakan atau melakukan banyak hal yang besar dan spektakuler?

DI MANA LETAK PERBEDAANNYA???????
Agaknya, semua itu sangat tergantung pada bagaimana mereka mengelola hidupnya.

Ini bukan tentang teori manajemen waktu atau kegiatan semata-mata, melainkan soal perspektif dan prioritas.

Orang-orang besar menjadi besar bukan karena mereka multitalented dan memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi, melainkan karena mereka adalah pekerja keras yang tahu dengan jelas apa yang menjadi tujuan hidupnya dan ke mana harus melangkah.

Mereka juga adalah orang-orang yang mau berpikir dan bersikap sederhana dalam hidup.Simple life and thinking.

Mereka tidak menginginkan banyak hal, tetapi fokus pada satu atau dua hal yang menjadi kekuatannya dan berusaha memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya.

Mereka sadar bahwa menetapkan tujuan yang hendak dicapai adalah permulaan penting yang harus diambil sebelum melakukan langkah-langkah berikutnya.

Dengan kata lain, kita tidak mungkin mengerjakan segala hal dan menyenangkan hati semua orang. Kita mesti selektif, efektif, dan kreatif.
Oleh sebab itu, sangat perlu bagi kita untuk menetapkan tujuan yang hendak kita capai secara jelas.

Dengan demikian, hidup kita menjadi terarah karena kita tahu betul arah mana yang hendak kita tuju.
Seberapa pun besarnya tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi, kita pasti tidak akan putus asa.

Sebaliknya, kita akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan.

Tidak ada lagi waktu yang sia-sia, terbuang tanpa makna.

Karena pikiran dan energi kita difokuskan semata-mata untuk menyelesaikan misi yang sudah ditetapkan.

MISSION ACCOMPLISHED

Inilah rahasia kesuksesan sejati:
Memilikilah kesederhanaan hidup dan tujuan yang jelas.
Jika Sahabat Bitter mengikuti nasihat tersebut, percayalah hidup Sahabat Bitter akan sukses senantiasa!
☆☆☆☆☆
Tujuan Hidup Dan Kebahagiaan Sejati
Satu-satunya kebahagiaan sejati adalah menghabiskan sisa hidup kita di jalan dan rencana Tuhan.

Bukan suatu kebetulan Sahabat Bitter dan Bitter ada dan hidup hari ini.

Kita lahir dan hidup, bukan semata-mata karena dahulu ayah dan ibu bertemu, berkeluarga dan kemudian kita lahir dalam sebuah keluarga.

Kemudian sebagai anak kita bertumbuh besar, berkembang sebagai remaja, bersekolah, bekerja, beranjak dewasa dan kelak akan berkeluarga dan juga memiliki keturunan.

LALU, APAKAH YANG SEBENARNYA??
Jangan menjalani hidup tanpa tujuan.

Jangan biarkan hidup kita mengalir tanpa tujuan.

Tuhan menciptakan kita bukan tanpa tujuan.

Dari semula Tuhan menciptakan kita dengan satu tujuan pasti:
Untuk kemuliaan Tuhan! Sebab itu, kita tidak akan pernah benar-benar mengalami kebahagiaan bila hidup kita tidak memuliakan nama Tuhan.
Lihatlah orang-orang yang hidup hanya untuk kepuasan diri mereka sendiri saja, tidak memedulikan orang lain, menghabiskan uang mereka untuk memuaskan keinginan daging dan mata mereka saja, perhatikanlah akhir hidup mereka:
Sesungguhnya semua itu adalah kebahagiaan yang palsu, semu dan sementara yang sebentar saja lenyap.
Tuhan menciptakan kita, membentuk dan menjadikan kita, menempa dan memproses kita hari demi hari untuk suatu tujuan yang besar.
Tuhan sudah, sedang dan akan terus-menerus membentuk dan memproses kita menjadi pribadi yang indah dan mulia di mata-Nya.

Peristiwa demi peristiwa yang Sahabat Bitter alami bukanlah sesuatu yang terjadi kebetulan.

Orang-orang yang ada di sekeliling Sahabat Bitter bukanlah orang-orang yang kebetulan ada di sekitar Sahabat Bitter.

Semua itu adalah alat yang Tuhan bisa pakai untuk membentuk Sahabat Bitter!
Sahabat Bitter bisa menjadi pribadi lebih baik dengan cara mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa tersebut.

Ketika Sahabat Bitter menjadi pribadi seperti yang Tuhan inginkan, Sahabat Bitter bukan hanya akan mengalami kebahagiaan yang sesungguhnya, tanpa Sahabat Bitter sadari Sahabat Bitter juga akan menebar dan membagi kebahagiaan kepada orang-orang di sekeliling Sahabat Bitter.
☆☆☆☆☆
Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena sahabat bitter juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang sahabat bitter menghadapi kegagalan.

Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan serta kegagalan dalam hidup.
  • Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. 
  • Banyak orang ingin sukses tapi banyak yang tidak tahu dari mana mulai melangkah.
Kalau sahabat bitter ingin sukses, sahabat bitter tidak boleh takut gagal dalam mengambil sikap Tujuan Hidup Sejati.
☆☆☆☆☆
2. Motivasi Bitter Coffee Park
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Variabel-Variabel Motivasi Kehidupan Pada Umumnya
Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari:
  1. Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive); 
  2. Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation); dan
  3. Kebutuhan atas imbalan (Insentive). 
Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa MOTIVASI adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi:
  • motive, 
  • harapan, dan 
  • insentif.
(Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = f (motive + expectancy + incentive).
Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh motif, harapan dan insentif yang diinginkan Sahabat Bitter. 

Dalam hal ini banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. 

Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut:
1. Motif
Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu.

Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang?
Apa yang menyebabkan Sahabat Bitter melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas.

Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan Sahabat Bitter didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang Sahabat Bitter rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut Cut Zurnali mengutip pendapat Fremout E. kast dan james E. Rosenzweig (1970) yang mendefinisikan motive sebagai :
A motive what prompts a person to act in a certain way or at least develop appropensity for speccific behavior. The urge to action can tauched off by an external stimulus, or it can be internally generated in individual thought processes. 
Jadi motive adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri Sahabat Bitter untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

William G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong Sahabat Bitter untuk mencapai tujuan tertentu. Secara lengkap motiv menurut Scott:
Motive are unsatiesfied need which prompt an individual toward the accomplishment of aplicable goals. 
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri Sahabat Bitter untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan.

Selain itu, Maslow sebagaimana diungkap pada halaman sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hierarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

2. Harapan
Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004) mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan Sahabat Bitter untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik.

RL. Kahn dan NC Morce (1951: 264) secara singkat mengemukakan pendapatan mereka tentang expectation, yakni:
Expectation which is the probability that the act will obtain the goal. 
Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan. Arthur levingson dalam buku Vilfredo Pareto (1953: 178) menyatakan:
The individual is influenced in his action by two major sources of role expectation the formal demands made by the company as spalled out in the job, and the informal expectation forces make behavioral demans on the individual attemps to structure the social situation and the devine his place in it.
Dengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu:
Sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. 
Tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja. Di samping itu, menurut Wiliam G Scott (1962: 105),
Addtionally, as could be anticipated, the groups themselves can be axpected to interact, effecting the others expectations. 
Ternyata kelompok karyawan sendiri dapat juga mempengaruhi harapan-harapan yang akan dicapainya. Dan dengan adanya keyakinan atau pengharapan untuk sukses dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan atau menggerakkan usahanya (Gary Dessler, 1983: 66). Selanjutnya Vroom yang secara khusus memformulasikan teori expectancy mengajukan 3 (tiga) konsep-konsep dasar, yaitu:
  1. Valence atau kadar keinginan seseorang;
  2. Instrumentality atau alat perantara; dan
  3. Expectacy atau keyakinan untuk mewujudkan keinginan itu sendiri.
(Gary Dessler, 1983: 66).

3. Insentif
Dalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah peransang, tepatnya pendapat Dubin adalah:
Incentive are the inducement placed the course of an going activities, keeping activities toward directed one goal rather than another.
Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain. 

Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan daripada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau mengubah sikap atau tingkah laku orang-orang. Secara lebih lengkap Viteles menyatakan:
Incentive are situasions which function in arousing dynamis forces in the individual, or managements of conditions introduced with the expectation of influencing or altering the behavior of people.
Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan.

Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya. Berikut secara lengkap diuraikan pendapat Tiffin:
Ordinary speaking, people will not learn very much about anything unless they are motivated to do so, that is, unless they are supplied with an adequate incentive. 
Maknanya bahwa seseorang tidak banyak mengetahui tentang sesuatu hal, apabila mereka tidak didorong untuk melakukan pekerjaan yang demikian itu, yaitu apabila mereka tidak dibekali dengan insentif secara cukup.
☆☆☆☆☆
Teori motivasi Herzberg
(Frederick Herzberg)
Ada dua faktor yang mendorong manusia mencapai kepuasan dan menjauhi ketidak puasan yaitu:
  1. Faktor ekstrinsik (higiene); dan 
  2. Faktor intrinsik (motivator). 
Faktor ekstrinsik memotivasi Sahabat Bitter untuk keluar dari ketidak puasan sedangkan faktor intrinsik (motivator) memotivasi orang untuk berusaha mencapai kepuasan.

Dalam teori motivasi herzberg ada 3 hal penting dalam memotivasi bawahan, yaitu:
  1. Hal-hal yang mendorong karyawan sehingga menantang pegawai untuk berprestasi, bertanggung jawab dan pengakuan atas hasil kerja.
  2. Hal-hal yang mengecewakan karyawan bersifat tambahan atau gimik dalam pekerjaan, seperti jabatan, istirahat, hak, gaji, tunjangan,dll yang jika tidak terpenuhi akan membuat kecewa.
  3. Pegawai/ karyawan itu sendiri jika peluang untuk berprestasi terbatas. Karyawan akan sesitif pada lingkungan dan mencari kesalahan.
☆☆☆☆☆
3. Motivasi Bitter Coffee Park
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
"Konsep Nilai Kehidupan Manusia"
Setiap manusia harus dapat menerapakan Konsep Nilai Kehidupannya, tanpa melakukan itu manusia tidak dapat berkembang.

Dalam memenuhi ini, manusia harus dapat menemui pondasi kehidupan. Tanpa pondasi ini manusia tidak dapat berkembang.
Semakin berjalannya waktu, manusia akan mengalami metamorfosis kehidupan dalam berfikir, bersikap dan bertindak. Jika manusia tidak mau mengembangkan hal ini, manusia akan tertinggal jauh dari peradaban perkembangan yang ada.

Nilai merupakan konsep yang dibentuk akibat dari penampilan kehidupan, agama, keluarga, teman, budaya, pendidikan, pekerjaan dan istirahat.

Nilai tergantung individu dalam mempersepsikan dalam imajinasi keyakinannya.

Bentuk Nilai Kehidupan Manusia
  1. Nilai Material, segala sesuatu yang berguna bagi unsure manusia
  2. Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitas hidupnya.
  3. Nilai Kerohanian, segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. 
Nilai Fungsi Utama Kehidupan Manusia
Nilai sebagai standar (Rokeach, 1973; Schwartz, 1997), fungsinya adalah: 
  1. Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues tertentu.
  2. Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentudibanding ideologi politik yang lain. 
  3. Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. 
  4. Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. 
  5. Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang lain, memberitahu individu akan keyakinan,
Sistim nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan pengambilankeputusan (Feather 1994; Rokeach, 1973; Schwartz, 1997) dan Fungsi motivasional.

☆☆☆☆☆

Your SEO optimized title page contents
614F02B930A5D4256053BA48E39C994D